CV.Badrian Lestari

Pemupukan Merupakan Esensi Dasar Keberhasilan Produksi Tanaman


Tinggalkan komentar

Pupuk MAGNESIUM/ Pupuk KIESERITE MG PRIMER Cap SAWIT

Pupuk MAGNESIUM atau disebut juga Pupuk KIESERITE MG PRIMER Cap SAWIT

MG PRIMER petunjuk

 

MG PRIMER oke

Pupuk KIESERITE MG PRIMER Cap SAWIT = Magnesium + Zeolit

A. Magnesium

Hara makro Magnesium (Mg) merupakan unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan hijau daun (klorofil) dan sebagai co-faktor hampir pada seluruh enzim dalam proses metabolisme tanaman seperti proses fotosintesa, pembentukan sel, pembentukan protein, pembentukan pati, transfer energi serta mengatur pembagian dan distribusi karbohidrat keseluruh jaringan tanaman.

Pupuk Magnesium atau yang lebih dikenal sebagai KIESERITE, tergolong pupuk tunggal yang manfaatnya mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Diantaranya dapat meningkatkan pH tanah dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah sekaligus menambah nutrisi Mg didalam tanah untuk kebutuhan tanaman. Magnesium (Mg) juga memegang peranan penting dalam transportasi Phosphat pada tanaman.

Manfaat Magnesium (Mg) terhadap tanaman dan tanah antara lain :
1. Menghasilkan klorofil dengan sempurna.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
3. Meningkatkan kadar minyak pada buah sawit dan lainnya.
4. Meningkatkan pH tanah dan memperbaiki struktur tanah akibat pemberian pupuk kimia.
5. Ketersediaan kandungan hara, phosfor dalam tanah.
6. Dapat mengurangi (menetralisir) racun akibat kandungan Al dan Fe dalam tanah yang tinggi.

Keunggulan Pupuk MAGNESIUM atau Pupuk KIESERITE MG PRIMER Cap Sawit :
1. 100% bersifat alamiah.
2. Mudah larut dalam tanah.
3. Mudah aplikasi.
4. Kelebihan pemberian tidak merusak struktur tanah dan tidak meracuni tanaman.

Spesifikasi Pupuk MAGNESIUM atau Pupuk KIESERITE MG PRIMER Cap Sawit :
Unsur Hara Utama : MgO = 28% – 30%
Warna : abu-abu
Bentuk : Granular
Kemasan : Karung Plastik 50 Kg

Berikut ini contoh gejala tanaman kelapa sawit kekurangan (defisiensi) hara Magnesium (Mg) :

Defisiensi Magnesium1

 

B. Zeolit

Si Murah Berkhasiat Tinggi untuk Kebun Sawit

Areal pertanaman sawit paling banyak mengalami degradasi tingkat kesuburan, baik kesuburan secara fisika, kimia ataupun biologi. Journal of Oil Palm Research mengemuka bahwa degradasi kesuburan lahan selain faktor produktivitas sawit yang tinggi juga disebabkan oleh hilangnya nutrisi pupuk karena terlarut melalui resapan air, perubahan cuaca, tidak ada perawatan tanah, tidak memperbaiki aerasi tanah dan tanah tidak lagi mengandung unsur mikro. Dari penelitian di Malaysia melalui studi kelayakan pada perkebunan sawit dengan menggunakan campuran pupuk dan zeolit di dapatkan perbandingan terbaik adalah NPK : Zeolit = 3 : 2. Hasil penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa zeolit dapat menghemat pupuk dan dapat meningkatkan hasil panen.
Pada pemupukan tanaman dengan pupuk urea, dalam tanah urea akan membentuk ion amonium (NH4+), ion ini apabila tidak diikat oleh tanah (zeolit) maka akan terbuang percuma lewat air irigasi. Dengan demikian unsur hara yang diberikan lewat pemupukan akan lebih efisien apabila tanah pertanian diberi zeolit. Zeolit tidak hanya mengawetkan unsur N saja, tetapi juga K, Ca dan Mg.
Zeolit mempunyai kemampuan untuk mengawetkan pupuk. Kemampuan ini berarti akan menghemat biaya pemupukan, tetapi perlu diingat bahwa zeolit adalah bahan pedamping pupuk Urea, SP-36 dan KCI, bukan pengganti pupuk tersebut. Zeolit juga digunakan untuk mengurangi tingkat pencemaran logam berat seperti Pb, Cd, Zn, Cu2+, Mn2+, Ni2+ pada lingkungan. Modifikasi zeolit sebagai adsorben anion seperti NO3-, Cl-, dan SO4- telah dikembangkan melalui proses kalsinasi zeolit-H pada suhu 5500C.
Secara kimia kandungan zeolit yang utama adalah: Si02 = 62,75%; Al203 =12,71 %; K20 = 1,28 %; CaO = 3,39 %; Na2O = 1,29 %; MnO = 5,58 %; Fe203 = 2,01 %; MgO = 0,85 %; Clinoptilotit = 30 %; Mordernit = 49 %. Sedangkan nilai KPK antara 80 – 120 me/100 gr, nilai yang tergolong tinggi untuk penilaian tingkat kesuburan tanah. Nilai KPK ini akan menentukan kemampuan bahan tersebut untuk menyimpan pupuk yang diberikan sebelum diserap tanaman. Penelitian lainnya dilakukan oleh Winana, ES dkk, yang berjudul Perbaikain Medium Tanam dan Pertumbuhan Melalui Aplikasi Zeolit, Zeolit diketahui dapat memperbaiki kesuburan tanah antara lain melalui peningkatan kapasitas tukar kation.
Penelitian aplikasi zeolit dilakukan pada pembibitan kelapa sawit untuk mengetahui pengaruhnya terhadap medium tanam dan pertumbuhan serta serapan hara bibit kelapa sawit telah dilakukan di areal pembibitan kelapa sawit kebun percobaan Aek Pancur dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Medium yang digunakan adalah tanah Typic Paleudults, Typic Udipsamments, dan Typic Hapludults. Perlakuan aplikasi zeolit terdiri dari 4 taraf dosis yaitu 0, 50, 100, dan 150 g/ polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zeolit ke dalam tanah umumnya mampu meningkatkan kandungan hara dalam tanah dan kapasitas tukar kation tanah.
Aplikasi zeolit sebagai bahan pembenah tanah pada pembibitan kelapa sawit tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan serapan hara bibit hingga umur 11 bulan. Namun demikian, secara umum aplikasi zeolit hingga dosis 100 g/polybag cenderung dapat meningkatkan pertumbuhan dan serapan hara bibit dibandingkan dengan perlakuan tanpa aplikasi zeolit, sedangkan aplikasi dengan dosis hingga 150 g/ polybag cenderung menurunkan pertumbuhan dan serapan hara.

Asal Usul Zeolit
Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang ilmuwan bernama A. F. Constedt. Constedt menggambarkan kekhasan mineral ini ketika berada dalam pemanasan terlihat seperti mendidih karena molekulnya kehilangan air dengan sangat cepat. Sesuai dengan sifatnya tersebut maka mineral ini diberi nama zeolit yang berasal dari kata ‘zein’ yang berarti mendidih dan ‘lithos’ yang berarti batuan. Pada tahun 1784, Barthelemy Faujas de Saint seorang profesor geologi Perancis menemukan sebuah formulasi yang cantik hasil penelitiannya tentang zeolit yang dipublikasikan dalam bukunya “Mineralogie des Volcans”. Akhirnya berkat jasanya, pada tahun 1842 zeolit baru tersebut dinamai Faujasit.
Zeolit telah dipelajari oleh para ahli mineral selama lebih dari 250 tahun. Berikut ini diberikan tahun ditemukannya mineral zeolit .Semenjak awal tahun 1940-an, ilmuwan Union Carbide telah memulai penelitiannya untuk mensintesis zeolit dan mereka berhasil mensintesis zeolit A dan X murni pada tahun 1950, dan setelah itu banyak ditemukan zeolit sintesis jenis baru. Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terhidrasi yang memiliki kerangka struktur tiga dimensi (3D), mikroporous, dan merupakan padatan kristalin dengan kandungan utama silikon, aluminium, dan oksigen serta mengikat sejumlah tertentu molekul air di dalam porinya.
Karena sifat unik dari zeolit, maka zeolit banyak digunakan untuk berbagai aplikasi di industri diantaranya zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai ‘cracking’, di industri deterjen sebagai penukar ion, pelunak air sadah dan di industri pemurnian air, serta berbagai aplikasi lain.
Dalam bidang pertanian, secara umum zeolit fungsi zeolit adalah:
(1) Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air irigasi lahan persawahan.
(2) Menjaga keseimbangan pH tanah.
(3) Mampu mengikat logam berat yang bersifat meracun tanaman misalnya Pb dan Cd.
(4) Mengikat kation dari unsur dalam pupuk misalnya NH4+ dari urea K+ dari KCl, sehingga penyerapan pupuk menjadi effisien.
(5) Ramah lingkungan karena menetralkan unsur yang mencemari lingkungan.
(6) Memperbaiki struktur tanah (sifat fisik) karena kandungan Ca dan Na.
(7) Meningkatkan KTK tanah (sifat kimia), dan
(8) Meningkatkan hasil tanaman.

 

KIESERITE

Kieserite adalah bahan tambang alami dengan rumus kimia MgSO4H2O yang aslinya berupa deposit garam yang pertama sekali ditemukan di Jerman, kata Kieserite sendiri adalah nama dalam bahasa Jerman yang diberikan untuk bahan tambang tersebut. Sampai saat ini selain di Jerman, Kieserite ini sudah ditemukan di Rusia, China , dan terakhir di Aceh, tepatnya di area pegunungan Bukit Barisan yang berada dalam kawasan Kabupaten Aceh Besar – Prov. NAD.

Pupuk Kieserite disebut juga dengan Pupuk Magnesium karena kandungan Mg nya yang tinggi (28% s/d 30%). Pupuk ini merupakan sedimen garam mineral dari air laut yang terkungkung, kemudian mengalami proses evaporasi dan kristalisasi selama ratusan juta tahun, besar kemungkinan daerah bukit barisan di Aceh Besar itu dulunya adalah laut.

Mg untuk tumbuhan mempunyai peran penting sebagai sentral atom dari molekul Klorofil (Hijau Daun). Seperti juga bagi manusia, pada tumbuhan Mg ini berfungsi dalam proses metabolisme dan berperan sangat besar dalam meningkatkan hasil dan kualitas panen. Kekurangan Mg pada tanaman akan dapat terjadi pada musim kering yaitu pada saat radiasi sinar matahari tinggi. Tanaman yang kekurangan Mg ini dapat dilihat dari buramnya hijau daun-daun yang sudah dewasa terutama di area antara urat-urat daun.

Mg sebagai nutrisi di dalam tanah dapat bersifat terbaharui atau tidak terbaharui. Tanah-tanah pertanian/perkebunan yang selama ini diberi Pupuk Kimia (Non-Organik), maka zat-zat tanahnya (hara) menjadi keras, tanah tersebut menjadi rusak dan tidak lagi bisa mengirimkan nutrisi yang cukup ke tanaman yang tumbuh di atasnya.

Kieserite adalah jawaban dari persoalan tersebut, karena Kieserite ini mampu mengurai kembali residu-residu tanah atau memperbaiki sifat-sifat kimia tanah, diantaranya meningkatkan kandungan Mg dalam tanah yang mampu meningkatkan pH tanah, sekaligus meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, akibatnya adalah hara mikro tanah yang terikat liat dapat dilepaskan secara perlahan, sehingga supplay nutrisi ke tanaman tercukupi kembali, dan akhirnya tanaman tersebut dapat memberikan hasil sebagaimana diharapkan.

CV. BADRIAN LESTARI telah bekerja sama dengan penambang dan pabrik yakni CV.SAHABAT TANI MANDIRI yang berada dekat dengan sumber bahan baku Kieserite ini untuk mengolah dan mendaya gunakan pupuk ini serta memasarkannya ke beberapa perusahaan perkebunan.

Secara keseluruhan, keunggulan Pupuk Kieserite ini adalah:

1

100% bersifat alamiah

2

Efisien dan mudah larut dalam tanah

3

Kelebihan dalam pemakaian tidak meracuni tanah dan tidak merusak struktur tanah
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.